Jumat, 22 Februari 2013


You’re My Friend
By. Cinta Dwi Fatimah.
Luna termangu teringat ucapan Vella tadi pagi. “ Ayolah, Lun, kamu pasti bisa mengerjakan soal di lomba nanti. Tolong jangan kecewakan aku, ya. Janji? Kita kan sahabat.” Itulah ucapan terakhir Vella sebelum dia masuk rumah sakit karena penyakit kanker otak stadium akhir yang menggerogoti tubuh mungilnya itu.
Luna tetap mengikuti perlombaan itu meski hatinya sedang tidak tenang. Namun, Luna harus tetap berjuang demi menepati janjinya kepada Vella. “ Demi Vella, aku harus berusaha sebisa mungkin agar dia bangga kalau aku bisa menepati janjiku. “ ucap Luna dalam hati.
Dirumah sakit.
“ Mama …  “ ucap Vella lirih. “ Iya, sayang. Ada apa? “ sahut Ibunya. “ Ma, aku mau pergi kesuatu tempat yang indah, Ma. Kalau nanti Luna kemari, tolong jangan bangunkan aku, Ma … “ pinta Vella. Beberapa saat kemudian nafas Vella mulai pelan, semakin pelan, dan tiada. “ Vella … Vella … Kamu kenapa sayang? Ayo, jawab Mama. Suster … Dokter … Anak saya kenapa? Tolonglah Vella, Sus, Dok …” jerit Ibu Vella.
Saat perlombaan selesai.
“ Ma, Pa, ayo kita jenguk Vella. Aku tidak sabar bertemu dia. “ rengek Luna. “Iya. Tapi, bukan kerumah sakit. “ jawab Ayah Luna. “ Berarti Vella sudah tidak dirumah sakit, dong? Terus Vella kemana? ” selidik Luna. “ Nanti kamu akan tahu. “
Dipemakaman umum.
“ Pa, Ma, kenapa kita kesini? “ tanya Luna. Disebuah pusara terlihat Ibu Vella sedang menangis. “ Tante, Vella dimana? “ tanya Luna polos. Ibu Vella tidak dapat menahan kesedihannya. Dia menjawab pertanyaan Luna dengan menunjuk suatu pusara makam. Ya, itulah makam Vella, rumah untuk Vella beristirahat untuk selamanya. Melepaskan penatnya beban yang selama ini dibawanya. Tanpa terasa air mata Luna mulai berjatuhan satu persatu. Berdesakan ingi keluar, menembs rongga kesedihannya. Dia tidak rela untuk ditinggalkan orang yang disayanginya untuk selamanya.
“ Vella, meski kamu telah tiada, kamu tetap sahabatku. Selamanya.” lirih Luna, pelan. Kemudian hening itu terpecah oleh isak tangis orang yang menyayangi Vella.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar