Sabtu, 13 April 2013

Senja meredup.
Terdampar menuju surga kehidupan.
Sisi lain neraka kehidupan.
Melebur dalam asa.
Mengeluh dalam kelaparan.

Kamis, 21 Maret 2013

Bersama Mentari

Kala mentari terbit ..
Kumelihat satu titik terang ..
Dan aku berkata pada dunia ..
"Aku tak sendiri disini .. "
Kuakan tetap bersama mentari ..

Puisi kecil untuk Ibu.

Selasa, 19 Maret 2013

Pomosi

Yang mau nge-share cerita ke aku, nanti bisa dikirim di wall facebook aku : Titi Titha Thata.
Ato ngirim e-mail ke : cintadwi06@gmail.com
Ato tweet di : @cintadwi1
Thank's.

Selasa, 12 Maret 2013

Buat yang ydah mampir ke blog aku, post ku yag judulnya polaroid itu, salah ketk. Yang bener paranoid. Lagi galalu pas ngetik, jadi gak fokus.

Jumat, 22 Februari 2013


You’re My Friend
By. Cinta Dwi Fatimah.
Luna termangu teringat ucapan Vella tadi pagi. “ Ayolah, Lun, kamu pasti bisa mengerjakan soal di lomba nanti. Tolong jangan kecewakan aku, ya. Janji? Kita kan sahabat.” Itulah ucapan terakhir Vella sebelum dia masuk rumah sakit karena penyakit kanker otak stadium akhir yang menggerogoti tubuh mungilnya itu.
Luna tetap mengikuti perlombaan itu meski hatinya sedang tidak tenang. Namun, Luna harus tetap berjuang demi menepati janjinya kepada Vella. “ Demi Vella, aku harus berusaha sebisa mungkin agar dia bangga kalau aku bisa menepati janjiku. “ ucap Luna dalam hati.
Dirumah sakit.
“ Mama …  “ ucap Vella lirih. “ Iya, sayang. Ada apa? “ sahut Ibunya. “ Ma, aku mau pergi kesuatu tempat yang indah, Ma. Kalau nanti Luna kemari, tolong jangan bangunkan aku, Ma … “ pinta Vella. Beberapa saat kemudian nafas Vella mulai pelan, semakin pelan, dan tiada. “ Vella … Vella … Kamu kenapa sayang? Ayo, jawab Mama. Suster … Dokter … Anak saya kenapa? Tolonglah Vella, Sus, Dok …” jerit Ibu Vella.
Saat perlombaan selesai.
“ Ma, Pa, ayo kita jenguk Vella. Aku tidak sabar bertemu dia. “ rengek Luna. “Iya. Tapi, bukan kerumah sakit. “ jawab Ayah Luna. “ Berarti Vella sudah tidak dirumah sakit, dong? Terus Vella kemana? ” selidik Luna. “ Nanti kamu akan tahu. “
Dipemakaman umum.
“ Pa, Ma, kenapa kita kesini? “ tanya Luna. Disebuah pusara terlihat Ibu Vella sedang menangis. “ Tante, Vella dimana? “ tanya Luna polos. Ibu Vella tidak dapat menahan kesedihannya. Dia menjawab pertanyaan Luna dengan menunjuk suatu pusara makam. Ya, itulah makam Vella, rumah untuk Vella beristirahat untuk selamanya. Melepaskan penatnya beban yang selama ini dibawanya. Tanpa terasa air mata Luna mulai berjatuhan satu persatu. Berdesakan ingi keluar, menembs rongga kesedihannya. Dia tidak rela untuk ditinggalkan orang yang disayanginya untuk selamanya.
“ Vella, meski kamu telah tiada, kamu tetap sahabatku. Selamanya.” lirih Luna, pelan. Kemudian hening itu terpecah oleh isak tangis orang yang menyayangi Vella.

Jumat, 08 Februari 2013

Polaroid
Siang itu, Elsa sangat ketakutan. Mengapa? Karena, sepulang dia dari kampus, dia menemuan sebuah foto polaroid dikamarnya. Dengan pose dia digantung dengan mengenaskan. Dan disekitar leharnya terdapat luka, darah dan sudah agak membiru. Apakah mungkin, itu pesan kematian dari masa depan?

Karna takut, akhirnya Elsa menelepon Dena, sahabatnya. "Halo, Dena?" kata Elsa. "Tut .. tut .. tut .." telepon pun diputus oleh operator. Tanpa disadari, gadis bergaun hitam penuh darah mengintainya dirumah. "Sebentar lagi aku akan mendapat tubuh baru. Ha .. ha .. ha .." diapun melayang pergi meninggalkan rumah mewah Elsa.

Sementara itu, Elsa terus menangis sendirian dikamar. Saat pergi ke toilet, dia mendapati sebuah kotak htam di atas klost duduknya. Dia mengambil perlahan, lalu, membukanya perlahan. Dia mendapati lima foto polaroid dengan pose berbeda disetiap fotonya.

Saat kembali kekamar, dia tidak menyadari baha ada bahaya mengancam. Dibantalnya, telah ditancapkan berbagai macam benda tajam seperti paku, jarum, gunting, dan sebagainya. Dan saat dia akan tidur, kepala Elsa pun tertancap benda tajam tadi.

Sementara itu diluar rumah, gadis bergaun hitam penuh darah itu tertawa puas dan segera merasuki tubuh Elsa."Akhirnya, aku mendapat tubuh baru. Ha .. ha .. ha .."